BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR (SD) ADA PERMAINAN ATAU GAME MATEMATIKA YANG DAPAT DITERAPKAN UNTUK KELAS 3-5 AGAR PELAJARAN MATEMATIKA TIDAK MEMBOSANKAN. LIHAT GAMENYA DI MATH GAMES

Rabu, 29 Maret 2017

Masih Ada Waktu untuk Latihan Soal Matematika

Masih Ada Waktu untuk Latihan Soal Matematika - khususnya bagi siswa siswi SMP kelas 9. Jangan sia-siakan waktu kalian. Admin guru math offline mengajak adik-adik yang saat ini duduk di kelas 9 untuk semakin rajin latihan-latihan soal, khususnya bidang studi matematika. Semakin sering anda latihan soal, semakin bertambah pemahaman anda untuk berbagai bentuk soal yang anda hadapi.
Oleh karena itu segera lakukan latihan soal.

Latihan soal matematika harus dilakukan dengan cara mengerjakan soal-soal matematika. Baik soal yang sudah dibahas, maupun soal-soal yang belum dibahas. Korbankanlah beberapa buku tulis kalian khusus untuk latihan soal-soal matematika. Hal ini harus kalian lakukan karena belajar matematika tidak dapat dilakukan hanya dengan membuka kembali catatan atau pembahasan-pembahasan soal yang dijelaskan oleh guru kalian di sekolah. MATEMATIKA HARUS LATIHAN SOAL. 

Berikut ini admin Guru Math Offline memberikan beberapa soal sebagai latihan bagi adik-adik di SMP kelas 9.


Atau adik-adik juga dapat download soal dengan pembahasannya pada link download berikut ini.
1.  Latihan Soal 1
2.  Latihan Soal 2
3.  Latihan Soal 3
Tutup iklannya dengan klik "SKIP THIS AD" di pojok kanan atas

Sekali lagi, Guru Math Offline mengajak adik-adik kelas 9, Ayo latihan soal matematika!!!! Perjuangkan masa depan anda selagi masih ada waktu.

Adik-adik juga dapat bertanya soal-soal matematika SMP pada halaman fans GuruMath Offline di facebook.

Kamis, 16 Maret 2017

Kita Semua Membutuhkan Ini

Kita Semua Membutuhkan Ini - Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....,, pasti dan tentunya, bahkan dalam belajar pun ini harus ada agar kita senantiasa merasa senang dan bersemangat untuk belajar.

Inilah yang kita semua membutuhkannya:

Kita Semua Membutuhkan ini

Tulisan LOVE tersebut terbentuk dari gambar grafik yang terbentuk dari persamaan-persamaan yang ditulis disampingnya.

Sumber: AsapSCIENCE

Selasa, 07 Maret 2017

Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar

lima kekuatan guru dalam mengajar
Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar - Tiap guru pasti berkeinginan untuk dapat melaksanakan tugasnya (mengajar) dengan sebaik-baiknya. Guna mencapai tujuan yang diinginkan tersebut diperlukan tenaga, energi, dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, khususnya siswa (anak didik). Guru yang baik dan terampil memiliki sifat-sifat serta kemampuan mempengaruhi, dan dapat memanfaatkannya dengan memadukan dengan strategi pembelajaran. Seorang guru dapat dikatakan mempunyai kekuatan kalau kedudukannya sebagai pengajar dapat mengajar secara dinamis, mampu mengajar dengan rasa kasih sayang, dan penuh kesabaran. Jika seorang guru dapat melaksanakan yang demikian pasti mereka dapat mempengaruhi anak didiknya, karena guru adalah salah satu faktor penentu masa depan bagi anak didiknya. 

Seorang guru dapat dikatakan mempunyai kekuatan kalau kedudukannya sebagai pengajar dapat mengajar secara dinamis, mampu mengajar dengan rasa kasih sayang, dan penuh kesabaran (Ramli, 2011). Menurut salah seorang praktisi pendidikan, Sigit Setiawan, S.S, M.Pd dalam viva.co.id, ada lima kekuatan yang dapat ditiru untuk memaksimalkan kreativitas belajar mengajar di kelas.

Pertama: Kekuatan Paksaan
Kekuatan yang pertama, yakni kekuatan paksaan digunakan untuk memberlakukan hukuman pada siswa. Hukuman yang diberikan tentunya adalah hukuman yang masih bersifat mendidik. Jika siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, maka kekuatan paksaan inipun dapat diberlakukan agar siswa senantiasa memperhatikan tugas-tugas sekolahnya.

Kedua: Kekuatan Legitimasi (Formal)
Kekuatan legitimasi atau formal yang terlihat dari kartu identitas dan seragam yang dikenakan guru. Kekuatan inilah yang membedakan antara guru dengan siswanya, sehingga jika guru memberikan perintah kepada siswa, mereka tahu bahwa yang memberikan perintah itu adalah gurunya. Bahkan dengan kekuatan ini pula, meskipun seorang siswa tidak mengenali kita, mereka dapat mengetahui bahwa kita adalah seorang guru dengan melihat seragam dan kartu identitas kita.

Ketiga: Kekuatan Referent
Kekuatan selanjutnya adalah referent atau menguatkan hubungan baik. Kekuatan ini, menurut penelitian yang dilakukan Sigit, bisa diberlakukan untuk kelas 7-12. Hubungan baik ini memang sangat perlu antara siswa dengan gurunya. Seorang guru harus pandai dalam mengambil simpatik dari peserta didiknya agar mereka merasa senang, dengan perasaan senang terhadap cara mengajar gurunya itu diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran tersebut.

Keempat: Kekuatan Expert
Kekuatan expert atau kekuatan ahli, ini merupakan kekuatan yang terbukti dari pengalaman. Seorang guru harus memiliki pengalaman-pengalaman yang telah terbukti untuk disampaikan kepada peserta didiknya sehingga mereka tidak ragu dalam mengikuti arahan gurunya. Misalnya saja, seorang guru menyampaikan cara mengingat rumus dalam pelajaran matematika, yakni dengan sering-sering menggunakan rumus tersebut dalam latihan soal yang menggunakan rumus tersebut. Guru tersebut haruslah menegaskan bahwa ia telah menggunakan cara tersebut untuk mengingat rumus-rumus dalam pelajaran matematika.

Kelima: Kekuatan Reward
Kekuatan yang terakhir adalah kemampuan reward atau memberikan hadiah.Kekuatan ini juga sangat diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan dari kerja keras siswa dalam belajar. Reward atau pemberian hadiah ini tidaklah serta merta berupa barang, tetapi dapat pula berupa bonus nilai tambahan atau yang lebih sederhana berupa pujian. Pujian juga tidak hanya diberikan kepada mereka yang berhasil menjawab suatu soal dengan tepat, yang belum tepat sekalipun semestinya juga diberikan pujian. Misalnya saja seorang siswa mengerjakan soal matematika di papan tulis, langkah-langkahnya sudah benar tetapi hasil akhirnya salah. Jika melihat hal seperti ini, guru matematikanya seharusnya memberikan pujian kepada siswa tersebut karena telah mampu mengerjakan dengan langkah-langkah yang benar meskipun hasil akhirnya salah. Hal ini perlu dilakukan agar siswa tersebut merasa senang dan diharapkan lebih termotivasi lagi untuk belajar.

Demikianlah artikel tentang "Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar" ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, khususnya bagi para guru (pendidik).

Selasa, 28 Februari 2017

Pembahasan Simulasi Ujian Nasional Matematika 2017 Paket 01

Pembahasan Simulasi Ujian Nasional Matematika 2017 Paket 01

Pembahasan simulasi Ujian Nasional Matematika 2017 paket 01 ini di rasa sangat perlu karena mengingat masih ada dua paket soal lagi sebelum menghadapi ujian nasional dan tentunya memperbanyak referensi pembahasan soal matematika bagi adik-adik yang saat ini duduk di kelas IX SMP menjelang menghadapi Ujian Nasional (UN). Berikut ini penulis sajikan pembahasan simulasi Ujian Nasional matematika paket 01.

Silahkan download filenya pada link berikut ini.
Untuk selengkapnya silahkan hubungi GuruMath Offline, beritahu kami melalui halaman GuruMath Offline di facebook.

Terima kasih atas kunjungan anda.

Minggu, 26 Februari 2017

Keistimewaan Pada Perkalian 6

Keistimewaan Pada Perkalian 6 - Judul artikel ini tidak biasa karena kebanyakan orang memposting/menampilkan keistimewaan pada perkalian 5 dan 9. Ada banyak keistimewaan-keistimewaan atau keunikan-keunikan dalam berbagai operasi dalam matematika, tidak terkecuali yang penulis sampaikan pada artikel ini. Nah, pada artikel kali ini penulis akan menunjukkan keistimewaan pada perkalian 6 kepada para pembaca sekalian.

Perhatikan baik-baik angka pada hasil perkalian 6 dengan bilangan genap yang kurang dari 10 berikut ini.

6 x 2 = 12
6 x 4 = 24
6 x 6 = 36 dan
6 x 8 = 48

Setelah anda memperhatikannya, mungkin ada yang berfikir bahwa keistimewaan yang dimaksud adalah urutan angka pada nilai puluhan hasilnya atau bilangan genap pada satuannya.....,,,
Jawabannya bukan itu.....!

Keistimewaannya adalah coba anda perhatikan baik-baik nilai satuan pada hasilnya, pasti tetap sama dengan bilangan genap yang dikalikan dengan 6, sedangkan angka puluhannya adalah setengahnya atau separuhnya dari angka satuannya tersebut. Sebagai catatan, bahwa keistimewaan ini hanya berlaku pada perkalian 6 dengan bilangan genap yang kurang dari 10 saja.

Demikianlah artikel tentang "Keistimewaan Pada Perkalian 6" ini. Semoga menjadi wawasan bagi kita.

Baca juga : Keunikan pada Operasi Matematika

Jumat, 24 Februari 2017

Persentase Keberhasilan Belajar Berdasarkan Cara Belajar

Persentase Keberhasilan Belajar Berdasarkan Cara Belajar - Keberhasilan belajar seseorang pada dasarnya ditentukan oleh bagaimana cara ia belajar atau cara yang ia lakukan agar mengetahui dan memahami apa yang ia pelajari. Misalkan saja seseorang yang ingin tahu mengerdarai sepeda motor, jika ia hanya bertanya-tanya atau mempelajari teori cara mengendarai sepeda motor saja tanpa praktek langsung, maka sampai kapanpun ia tidak akan dapat mengendarai sepeda motor. Agar dapat mengendarai sepeda motor, seseorang harus tau hal-hal yang berkaitan dengan cara mengendara dan melakukan praktek langsung mengendarai baik secara sendiri atau didampingi. Dengan praktek langsung tersebut seseorang akan memperoleh pengalaman (experience) tentang cara mengendarai sepeda motor sehingga akan lebih mudah mengerti cara mengendarainya.

Persentase keberhasilan belajar berdasarkan cara belajar yang penulis sampaikan disini adalah persentase keberhasilan belajar yang di ungkapkan oleh Willian Glasser. William Glasser adalah seorang psikiater asal Amerika. Ia menuliskan persentase keberhasilan belajar seperti pada catatannya yang tampak pada foto di atas. Menurut William, jika kita hanya membaca saja maka keberhasilan belajarnya hanya 10%, selanjutnya ia mengatakan bahwa kita belajar 20% dari apa yang kita dengarkan, kita belajar 30% dari apa yang kita lihat, kita belajar 50% dari apa yang kita lihat dan kita dengar, kita belajar 70% dari apa yang kita diskusikan/kita bicarakan, kita belajar 80% dari pengalaman kita atau dari apa yang memberikan pengalaman bagi kita, dan kita belajar 95% dari apa yang kita ajarkan kepada orang lain.

Dalam pembelajaran matematika, persentase keberhasilan belajar yang diungkapkan oleh William Glasser tersebut sangat cocok. Dalam hal ini penulis sering menyampaikan kepada siswa bahwa belajar matematika tidak bisa tanpa latihan mengerjakan soal, tidak bisa hanya dengan membaca kembali catatan-catatan yang diperoleh dari sekolah. Hal ini tentunya sesuai dengan kecilnya persentase keberhasilan belajar jika hanya dengan membaca saja, yakni hanya 10% seperti yang diungkapkan William. Jika pola belajar siswa hanya mendengarkan saja pada saat gurunya menjelaskan di depan kelas, maka tingkat keberhasilan belajarnya hanya 20%. Hal ini disebabkan karena tidak mungkin semua yang dijelaskan atau disampaikan oleh gurunya mampu direkam secara sempurna oleh siswa. Dapat dipastikan bahwa ada saja penjelasan-penjelasan yang disampaikan itu yang terlupakan oleh siswa. Sehingga jika hanya mengandalkan dari mendengarkan saja hasil belajar tidak akan dapat maksimal.

Berdasarkan catatan persentase keberhasilan belajar yang ditulis oleh William Glasser tersebut, dapat diketahui bahwa belajar dengan berdiskusi dengan teman itu cukup signifikan untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Dalam pembelajaran matematika hal ini memang sangat penting mengingat tidak semua siswa mempunyai kemampuan daya serap yang tinggi dalam pelajaran matematika. Dengan berdiskusi, siswa yang kurang mampu menyerap penjelasan guru di sekolah, akan menjadi mampu menyerap jika ia berdiskusi dengan temannya yang memiliki daya serap baik dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, dengan cara berdiskusi cukup baik untuk memberikan hasil belajar yang baik dalam pembelajaran matematika.

Selanjutnya William mengatakan bahwa kita belajar 80% dari pengalaman kita. Hal ini bermakna bahwa dengan adanya pengalaman yang kita peroleh dalam belajar, itu sangat baik untuk memberikan hasil yang maksimal dari apa yang kita pelajari. Dalam pembelajaran matematika, pengalaman belajar yang dimaksud adalah pengalaman menyelesaikan soal-soal dari latihan soal yang kita lakukan. Tanpa latihan mengerjakan soal, tidak akan ada pengalaman belajar yang kita peroleh dalam belajar matematika. Rumus-rumus ataupun persamaan-persamaan dalam matematika sebenarnya tidaklah perlu dihafalkan seperti kita menghafal nama-nama ilmiah dalam pelajaran IPA. Rumus-rumus atau persamaan-persamaan itu akan dapat dengan mudah kita ingat dengan sering menggunakan rumus atau persamaan tersebut dalam latihan soal. Dengan demikian, belajar matematika dengan cara memperbanyak latihan soal akan memberikan pengalaman bagi kita dalam menyelesaikan berbagai model soal matematika sehingga tingkat keberhasilan belajar dengan cara yang demikian akan memberikan hasil yang baik sekali.

Terakhir yang diungkapkan oleh William Glasser adalah kita belajar 95% dari apa yang kita ajarkan kepada orang lain. Hal ini tidak berarti kita harus menjadi seorang guru, karena yang mengajarkan itu tidaklah harus hanya dilakukan oleh seorang guru. Siapa saja dapat mengajarkan sesuatu pengetahuan kepada orang lain dengan catatan bahwa ia memang menguasai tentang apa yang diajarkannya. Dalam pembelajaran matematika, pembelajaran dengan tutor sebaya sangat cocok dengan apa yang diungkapkan oleh Willian tersebut. Hal yang serupa juga sering penulis sampaikan kepada peserta didik bahwa dengan kalian mengajari teman-teman kalian itu akan membuat kalian menjadi lebih memahami dengan apa yang kalian ajarkan kepada teman-teman kalian. Hal ini sudah terbukti dengan salah seorang peserta didik saya yang sering saya minta mengajari temannya, ia menjadi bertambah pandai dalam matematika meskipun pada awalnya ia tidak begitu menyukai pelajaran matematika pada saat penulis mulai mengajar di sekolah tempat ia bersekolah. Hal ini membuktikan bahwa dengan mengajarkan apa yang kita bisa kepada orang lain akan sangat berarti bagi kita sendiri karena dengan demikian kita akan menjadi lebih memahami apa yang kita ajarkan kepada orang lain. Dengan demikian cara belajar yang seperti  ini akan sangat baik untuk memberikan hasil yang maksimal dalam pembelajaran matematika.

Demikianlah artikel tentang “Persentase Keberhasilan Belajar Berdasarkan Cara Belajar” ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Selasa, 21 Februari 2017

Syarat-syarat Segitiga Tumpul

Syarat-syarat segitiga tumpul adalah sebagai berikut:
  • Jumlah 2 sisi terpendek lebih dari sisi terpanjang. Ini merupakan syarat mutlak untuk bisa terbentuknya suatu segitiga. Semua segitiga, syarat utamanya adalah ini.
  • Ada salah satu sudut yang besarnya lebih dari 90°
  • Jumlah kuadrat 2 sisi terpendek kurang dari kuadrat sisi terpanjang. Syarat ini terdapat dalam teorema Phytagoras.
Perhatikan bukti melalui contoh berikut, bahwa jumlah kuadrat 2 sisi terpendek kurang dari kuadrat sisi terpanjang.

Dua sisi terpendek dari gambar tersebut ukurannya 6 cm dan 8 cm, sedangkan sisi terpanjangnya 12 cm.
Jumlah kuadrat 2 sisi terpendeknya adalah sebagai berikut.
62 + 82 = 36 + 64 = 100
Sedangkan kuadrat sisi terpanjangnya adalah sebagai berikut.
122 = 144
Berdasarkan hasil tersebut, maka jelas terlihat bahwa jumlah kuadrat 2 sisi terpendek kurang dari kuadrat sisi terpanjang.

Demikianlah artikel tentang "Syarat-syarat Segitiga Tumpul" kali ini. Semoga bermanfaat.
Sumber inspirasi: lihat disini