BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR (SD) ADA PERMAINAN ATAU GAME MATEMATIKA YANG DAPAT DITERAPKAN UNTUK KELAS 3-5 AGAR PELAJARAN MATEMATIKA TIDAK MEMBOSANKAN. LIHAT GAMENYA DI MATH GAMES

Sabtu, 12 Mei 2018

Jangang “GENGSI” untuk Meniru yang Baik


Jangan gengsi untuk meniru yang baik – mungkin inilah saran penulis kecil ini kepada pemerintah mengenai sistem pendidikan di Indonesia. Jika kita sudah tahu ada banyak jalan yang baik dan yang sangat baik dan dekat untuk menuju ke suatu tempat yang indah, mengapa kita harus maksa lewat jalan yang berlumpur dengan medan yang sulit?? Katanya biar seru, biar ada tantangannya. Tapi, coba lihat hasilnya: ada yang jatuh, ada yang terjebak dikubangan, bahkan tragisnya ada yang tergelincir ke jurang hingga menyebabkan kematian.

Cobalah melek mata dengan Negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, semisal Finlandia. Sistem pendidikan di Finlandia: sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, tak ada ujian nasional (UN) dan sebagainya. Namun, menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Menurut salah satu Guru Besar di Finlandia, Profesor Erno August Lehtinen , pengajaran yang baik itu bukan ditentukan oleh lamanya waktu yang digunakan, tetapi kualitasnya. Dengan demikian di Finlandia, waktu belajar anak-anak di sekolah itu tidak lama, hanya 3 – 5 jam saja sehari.

Berikut ini hasil wawancara reporter detikcom dengan Profesor Erno August Lehtinen yang bersumber dari news.detik.com:

Bisa diceritakan garis besar sistem pendidikan di Finlandia, sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia?

Pada awal abad setelah Perang Dunia II, Finlandia masih negara miskin. Tahun 1980 capaiannya masih di bawah rata-rata negara OECD (Organisation for Economic Co‑operation and Development-red), kami lantas membuat sekolah dasar komprehensif 9 tahun dengan penekanan yang kuat untuk kesempatan yang sama dalam pendidikan.

Kami juga meluncurkan model pendidikan guru yang baru, satu yang kami kenalkan, berbicara tentang reformasi pembangunan berkelanjutan, kemudian diikuti pembentukan kembali fungsi sistem pendidikan. Hasil saintifik yang kami dapat dari studi ini, memang ada ketegangan kecil dalam meningkatkan sistem pendidikan ini lebih tinggi.

Mengapa anak-anak di Finlandia, tak diizinkan sekolah sebelum berusia 7 tahun, jam pelajaran SD hanya 3-4 jam sehari, waktu istirahat mencapai 75 menit, jarang ada PR, tidak ada PR hingga tak ada UN sama sekali untuk 9 tahun pertama sekolah?

Ya, pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Kami sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Ini pada awal-awal tingkat sekolah.

Secara umum kalau sudah sekolah, waktunya tak terlalu lama. Kami harus memperhatikan kualitas pengajaran, bukan panjangnya jam belajar. Ada keseimbangan yang bagus adanya PR dan kegiatan anak muda dan pendidikan menengah atas, untuk menghasilkan tekanan dan stres yang lebih sedikit dan lebih kuat motivasi dan pengembangan belajarnya.

Jadi untuk anak usia dini atau pendidikan dasar, pembentukan karakter lebih penting ya?

Iya, kami mencoba pengembangan kepribadian siswa, bukan skill, bukan belajar konten kurikulum yang spesifik. Kami kembangkan kepribadian sepenuhnya, belajar mengetahui dunia, belajar mengenal perbedaan mata pelajaran, juga kehidupan sosial, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, itu sangat penting untuk anak-anak muda.

Jadi pelajaran matematika, fisika, kimia ini tak diperkenalkan pada pendidikan dasar namun pendidikan lebih tinggi?

Matematika adalah subyek penting untuk tingkat pendidikan dini, kemudian, pelajaran sains untuk yang pertama sekali adalah lebih banyak praktik, kemudian kami mengkombinasikannya dengan suasana ilmiah. Di primary level (pendidikan dasar) ada pelajaran sains yang umum, dan pada lower secondary level (pendidikan menengah) menjurus ke spesifik kimia dan biologi.

Di Finlandia sistem kelasnya kelas inklusif, di mana siswa yang pintar dan kurang pintar dijadikan satu. Di negara lain, justru ada kelas akselerasi, mengumpulkan siswa yang pintar-pintar. Mengapa Finlandia menerapkan sistem kelas inklusif ini?

Salah satu yang penting di pendidikan 9 tahun, nilai utamanya adalah kesetaraan dan membawa semua siswa ke dalam level yang sama. Tentu ada beberapa siswa pintar yang bisa melangkah lebih jauh, tapi kami mempertahankan kebijakan ini untuk menjamin, bahwa siswa dari semua latar belakang keluarga dan kesulitan belajar juga punya kesempatan yang sama untuk belajar.

Kami punya sistem yang melacak kemampuan anak-anak itu saat pendidikan dasar 9 tahun itu. Tentu, anak-anak berkebutuhan khusus butuh diperhatikan secara khusus, ini butuh upaya yang sangat besar dari segi pendidik atau guru, dan untuk itulah mengapa kami sangat mendorong upaya pendidikan untuk guru.

Ada dua kunci, skill dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus dalam ruang kelas, ada pengaturan khusus. Kadang tidak hanya 1 orang guru dalam ruang kelas, tapi ada orang dewasa lain yang membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar itu.

Siswa berkebutuhan khusus itu kadang memerlukan waktu pengajaran yang lebih banyak, atau di sekolah luar biasa, bisa dalam kelompok kecil dan dukungan intensif.

Jadi kelas inklusif itu mencampurkan satu murid pintar dan yang tidak begitu pintar dalam satu kelas, apakah ada bullying karena adanya perbedaan itu? Bagaimana mencegah terjadinya bullying?

Bullying terjadi di mana saja, orang-orang bersama, anak-anak, orang muda, orang tua, terjadi di mana saja, sangat menyedihkan. Itu juga terjadi di dalam kelas sekolah-sekolah di Finlandia. Dan itu juga menjadi pertanyaan dan sangat menjadi perhatian kami.

Dan di universitas ini kami melakukan riset sekitar 20 tahun, dan hasilnya membuat program khusus yang disebut Kiva koulu, untuk menghindari bullying. Program yang berorientasi sistem. Ada banyak komponen yang membantu sekolah untuk memperlambat bullying, dan program ini sudah dilakukan di banyak negara-negara di dunia.

(Dalam situs UNESCO, program anti-bullying Kiva di Finlandia ini dikembangkan di Universitas Turku Finlandia dan didanai Kementerian Pendidikan Finlandia dan diaplikasikan sejak 2009. Kiva melibatkan orangtua, guru dan murid dan berhasil mengurangi bullying sekolah pada siswa tingkat 4-6-red)

Jadi berarti harus ada lebih dari satu guru dalam kelas?

Ini bukan berarti ada beberapa guru di kelas. Bila kelas itu ada kesulitan, kadang di ruang kelas ada seorang dewasa yang tidak mengajar, biasanya anak-anak SMA yang sudah lulus atau mahasiswa yang menjadi asisten guru untuk mengawasi anak-anak di sekolah itu. Dan ini sangat membantu bagi guru, ada orang dewasa lain di kelas itu. Orang dewasa yang tidak mengajar tapi bisa membantu.

Untuk situasi normal ada satu (orang). Dan sering sekali terjadi kelas itu membutuhkan bantuan orang dewasa lain. Dan di situasi yang berbeda dan sangat khusus, ada guru kelas dan guru untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus bekerja sama.

Biasanya satu kelas di Finlandia itu maksimal 20 orang untuk tingkat pendidikan dasar, dan 20-30 orang untuk pendidikan menengah.

Tentang sekolah kejuruan, Finlandia sangat mendukung sekolah kejuruan. Bahkan nyaris 50 persen siswa pendidikan dasar masuk ke sekolah kejuruan. Bagaimana peran penting sekolah kejuruan ini di Finlandia?

Tentu pendidikan kejuruan sangat penting, banyak negara memberi perhatian yang sedikit pada pendidikan kejuruan ini, dan di Finlandia mungkin sekolah umum lebih advance daripada sekolah kejuruan. Dan kami punya banyak masalah pada sekolah kejuruan sekarang ini dan lebih butuh dikembangkan.

Dan kami sangat mempelajari masalah ini dengan seksama dalam pelatihan kejuruan kami, ingin menemukan bentuk baru, bagaimana meningkatkan teknologi, bagaimana mengembangkan pendidikan kejuruan ini, butuh lebih baik daripada dunia kerja. Dan itu tantangan besar karena dunia kerja berubah sangat cepat.

Mudah saja kalau satu profesinya tetap ilmunya. Tapi kan pendidikan kejuruan berubah dengan konstan, dan ini tantangan untuk sekolah kejuruan. Fokus utama dalam sistem pendidikan Finlandia, tentu saja secara keseluruhan sistem, kami ingin sekolah kejuruan bisa dilakukan sejak dini.

Jadi masalah utama sekolah kejuruan di Finlandia itu apa?

Masalah utama adalah perubahan sangat cepat di dunia kerja, dan masalah lain adalah motivasi. Sangat sulit memotivasi anak-anak muda di beberapa wilayah berkaitan dengan dunia kerja, sekolah kejuruan tidak begitu menarik buat mereka.

Di satu wilayah sangat menarik, sangat bersaing untuk masuknya, dan di beberapa area sangat sulit menarik siswa karena tak begitu populer.

Bagaimana keterkaitan sekolah kejuruan dengan industri kerja?

Tujuan sekolah kejuruan, orang langsung bisa kerja di industri bagian dari ekonomi dan sekarang situasi ekonomi tidak begitu bagus, dunia mengalami krisis ekonomi, banyak pengangguran di antara anak muda. Namun kini berangsur pulih, banyak anak muda bisa mengejarnya.

Bicara tentang pendidikan, otomatis bicara tentang guru. Finlandia memperlakukan guru dengan sangat bagus, jam kerja pendek plus waktu pengembangan diri, gaji tinggi, syarat minimal lulusan master, dan sebagainya. Mengapa demikian?

Guru sangat bernilai dalam budaya dan masyarakat kami. Semua mengerti bahwa guru adalah profesi paling penting karena harus mendidik generasi muda, sangat penting di masyarakat, profesi yang sangat populer di kalangan anak muda.

Lebih banyak pelamar yang mendaftar dalam program ilmu keguruan dan pendidikan daripada yang diterima. Hanya 10-15 persen lamaran yang diterima, kualitas tesnya rata-rata pendidikan menengah. Tingkat kepopulerannya dan kesulitan tesnya sama dengan fakultas kedokteran. Itu menjelaskan betapa populernya jurusan keguruan dan profesi guru itu di antara para anak muda.

Ini tentu sangat bagus karena kami bisa mendapatkan guru-guru yang termotivasi. Dibandingkan rata-rata negara di dunia, jam mengajarnya memang lebih pendek. Tapi tidak benar juga. Waktu yang berkaitan dengan murid memang lebih pendek, tapi karena persyaratan menjadi guru itu sangat sulit, mereka harus menganalisa proses belajar yang dilakukan di kelas, jadi jatuhnya jam kerja mereka sangat panjang untuk proses pengajaran itu. Kontak dengan siswa memang pendek.

Jadi di sana guru dipandang sama bergengsinya seperti dokter dan pengacara?

Iya, sangat sama dengan dokter dan pengacara. Itu karena guru sangat bekerja keras mempersiapkan materi ajar untuk proses belajar mengajar yang mereka lakukan di kelas, dan berpikir sangat hati-hati bila ada murid yang membutuhkan intervensi dan motivasi belajar. Jadi profesi ini adalah profesi yang mengutamakan kepakaran.

Selengkapnya dapat dibaca pada link berikut: 




Semoga tulisan ini bermanfaat

Sabtu, 28 April 2018

Model RPP Matematika K13 Revisi 2018 Terbaru

Model RPP Matematika K13 Revisi 2018 terbaru - Selalu direvisi dan direvisi. Ntah sampai kapan baru benar-benar fiks model RPP untuk kurikulum 2013. Dengan selalu direvisi maka pekerjaan guru membuat RPP juga tidak akan pernah selesai. Sementara tugas utama guru menurut penulis bukanlah membuat RPP, tetapi menyampaikan ilmu pengetahuan dan mendidik putra putri bangsa ini.

Sebagai bahan rujukan, berikut ini adalah contoh Model RPP Matematika K13 Revisi 2018 terbaru yang penulis peroleh dari kegiatan Workshop yang penulis ikuti.

Contoh RPP Matematika Kelas VII


RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan                : SMP/MTs...................................
Mata Pelajaran                      : Metematika
Kelas/Semester                      : VII (Tujuh)/I (Dua)
Materi Pokok                         : Aritmetika Sosial
Alokasi Waktu                       : 10 JP (4 kali pertemuan )

A.      Kompetensi Inti

KI-1
:
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2
:
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3
:
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4
:
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam  ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan  ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori
 
B.      Kompetensi  Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi  Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalisis aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan,  keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara)
3.9.1 Menentukan nilai keseluruhan, nilai unit, sebagian, harga jual,  dan harga beli
3.9.2 Mengidentifikasi hubungan nilai keseluruhan, nilai unit, harga jual, dan harga beli
3.9.3  Menghitung untung, rugi, persentase untung dan persentase rugi
3.9.4 Mengidentifikasi hubungan untung, rugi, persentase untung dan rugi
3.9.5   Menentukan besar diskon (rabat,bruto,netto,dan tara)
3.9.6  Mengidentifikasi hubungan diskon,bruto,netto,dan tara
3.9.7 Menentukan besar bunga tunggal dan pajak
4.9 Menyelesaikan masalah berkaitan dengan aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara)

4.9.1     Menyelesaikan  permasalahan sehari-hari yang melibatkan nilai keseluruhan, unit,  sebagian, harga jual, dan  harga beli
4.9.2     Menyelesaikan permasalahan yang melibatkan untung, rugi, persentase untung dan persentase rugi
4.9.3     Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang melibatkan diskon, bruto, netto, dan tara
4.9.4     Menyelesaikan permasalahan yang melibatkan tentang bunga tunggal dan pajak

           
* Nilai karakter :
            religius, kerja keras,Kejujuran

C.      Tujuan Pembelajaran

Pertemuan I:


Dan seterusnya hingga selesai. Dapat di download pada link berikut:

Model RPP Matematika K13 Revisi 2018

Semoga bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi para tenaga pendidik seluruh Indonesia

Baca juga:

Download RPP K13 Matematika SMP

Kamis, 13 April 2017

Download RPP K13 Matematika SMP

Download RPP K13 Matematika SMP - RPP meruapakan perlengkapan kegiatan belajar mengajar bagi guru yang keberadaannya sangat penting untuk perencanaan kegiatan belajar mengajar. RPP ini sangat penting meskipun pada kenyataannya kebanyakan RPP hanya dibuat sebagai pemenuhan kelengkapan administrasi guru saja. Dalam praktek dilapangan banyak sekali bahkan dapat dikatakan bahwa dominan guru tidak menggunakan RPP yang dimilikinya dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam kurikulum 2013, ada beberapa perbedaan dengan kurikulum sebelumnya yakni KTSP sehingga banyak dikalangan guru yang masih kesulitan untuk membuatnya meskipun mereka telah beberapa kali mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Terlebih lagi saat ini dalam pembuatan RPP K13 juga telah mengalami sedikit perubahan yang mana semula dalam RPP K13 ini harus terdapat 5M, tetapi saat ini model RPP K13 menyesuaikan dengan model/metode pembelajaran yang digunakan atau yang diterapkan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan.

Tidaklah perlu panjang lebar rasanya penulis mengulas masalah RPP K13 ini karena judul postingan ini sendiri adalah "Download RPP K13 Matematika SMP". Sehingga pada postingan ini penulis akan memberikan link download RPP K13 khusus mata pelajaran Matematika tingkat SMP. Silakan teman-teman guru mendownload RPPnya pada link berikut ini.(Cukup klik "SKIP ADD", maka link akan masuk)


Semoga RPP yang disajikan oleh pembuatnya dapat menjadi referensi atau acuan bagi teman-teman sekalian. Terima Kasih

Rabu, 12 April 2017

Link Download RPP K13 Matematika SMP

Link Download RPP K13 Matematika SMP rasanya perlu admin Guru Math Offline share dengan teman-teman sekalian, khususnya bagi guru matematika SMP. Untuk mapel lainnya nanti akan menyusul.

Link download RPP K13 Matematika SMP yang admin bagikan disini merupakan link download RPP dari situs downloadrpp.com dan dari jeli.web.id.

Silakan teman-teman download RPPnya pada link berikut ini.

1. RPP Matematika SMP Kelas 7
2. RPP Matematika SMP Kelas 8
3. RPP Matematika SMP Kelas 9

atau RPP berdasarkan materinya berikut ini.

1. RPP Bilangan
2. RPP Himpunan
3. RPP Perbandingan
4. RPP Sistem Koordinat 1
5. RPP Bangun Datar Persegi Panjang
6. RPP PtLSV
7. RPP Transformasi 
8. RPP Statistika dan Peluang
9. RPP Sistem Koordinat 2 
10. RPP Operasi Bentuk Aljabar
11. RPP Fungsi
12. RPP Persamaan Garis Lurus
13. RPP Aritmetika Sosial
14. RPP Statistika Kelas 7
15. RPP PLDV
16. RPP Persamaan Kuadrat
17. RPP Lingkaran
18. RPP Bangun Ruang Sisi Datar
19. RPP Perbandingan Senilai
20. RPP Peluang
21. RPP Pola Bilangan

Untuk download file, lewati saja iklannya dengan mengklik "SKIP THIS AD" setelah hitungan mundur 5 detik di pojok kanan atas

Semoga bermanfaat

Rabu, 29 Maret 2017

Masih Ada Waktu untuk Latihan Soal Matematika

Masih Ada Waktu untuk Latihan Soal Matematika - khususnya bagi siswa siswi SMP kelas 9. Jangan sia-siakan waktu kalian. Admin guru math offline mengajak adik-adik yang saat ini duduk di kelas 9 untuk semakin rajin latihan-latihan soal, khususnya bidang studi matematika. Semakin sering anda latihan soal, semakin bertambah pemahaman anda untuk berbagai bentuk soal yang anda hadapi.
Oleh karena itu segera lakukan latihan soal.

Latihan soal matematika harus dilakukan dengan cara mengerjakan soal-soal matematika. Baik soal yang sudah dibahas, maupun soal-soal yang belum dibahas. Korbankanlah beberapa buku tulis kalian khusus untuk latihan soal-soal matematika. Hal ini harus kalian lakukan karena belajar matematika tidak dapat dilakukan hanya dengan membuka kembali catatan atau pembahasan-pembahasan soal yang dijelaskan oleh guru kalian di sekolah. MATEMATIKA HARUS LATIHAN SOAL. 

Berikut ini admin Guru Math Offline memberikan beberapa soal sebagai latihan bagi adik-adik di SMP kelas 9.


Atau adik-adik juga dapat download soal dengan pembahasannya pada link download berikut ini.
1.  Latihan Soal 1
2.  Latihan Soal 2
3.  Latihan Soal 3
Tutup iklannya dengan klik "SKIP THIS AD" di pojok kanan atas

Sekali lagi, Guru Math Offline mengajak adik-adik kelas 9, Ayo latihan soal matematika!!!! Perjuangkan masa depan anda selagi masih ada waktu.

Adik-adik juga dapat bertanya soal-soal matematika SMP pada halaman fans GuruMath Offline di facebook.

Kamis, 16 Maret 2017

Kita Semua Membutuhkan Ini

Kita Semua Membutuhkan Ini - Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....,, pasti dan tentunya, bahkan dalam belajar pun ini harus ada agar kita senantiasa merasa senang dan bersemangat untuk belajar.

Inilah yang kita semua membutuhkannya:

Kita Semua Membutuhkan ini

Tulisan LOVE tersebut terbentuk dari gambar grafik yang terbentuk dari persamaan-persamaan yang ditulis disampingnya.

Sumber: AsapSCIENCE

Selasa, 07 Maret 2017

Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar

lima kekuatan guru dalam mengajar
Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar - Tiap guru pasti berkeinginan untuk dapat melaksanakan tugasnya (mengajar) dengan sebaik-baiknya. Guna mencapai tujuan yang diinginkan tersebut diperlukan tenaga, energi, dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, khususnya siswa (anak didik). Guru yang baik dan terampil memiliki sifat-sifat serta kemampuan mempengaruhi, dan dapat memanfaatkannya dengan memadukan dengan strategi pembelajaran. Seorang guru dapat dikatakan mempunyai kekuatan kalau kedudukannya sebagai pengajar dapat mengajar secara dinamis, mampu mengajar dengan rasa kasih sayang, dan penuh kesabaran. Jika seorang guru dapat melaksanakan yang demikian pasti mereka dapat mempengaruhi anak didiknya, karena guru adalah salah satu faktor penentu masa depan bagi anak didiknya. 

Seorang guru dapat dikatakan mempunyai kekuatan kalau kedudukannya sebagai pengajar dapat mengajar secara dinamis, mampu mengajar dengan rasa kasih sayang, dan penuh kesabaran (Ramli, 2011). Menurut salah seorang praktisi pendidikan, Sigit Setiawan, S.S, M.Pd dalam viva.co.id, ada lima kekuatan yang dapat ditiru untuk memaksimalkan kreativitas belajar mengajar di kelas.

Pertama: Kekuatan Paksaan
Kekuatan yang pertama, yakni kekuatan paksaan digunakan untuk memberlakukan hukuman pada siswa. Hukuman yang diberikan tentunya adalah hukuman yang masih bersifat mendidik. Jika siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, maka kekuatan paksaan inipun dapat diberlakukan agar siswa senantiasa memperhatikan tugas-tugas sekolahnya.

Kedua: Kekuatan Legitimasi (Formal)
Kekuatan legitimasi atau formal yang terlihat dari kartu identitas dan seragam yang dikenakan guru. Kekuatan inilah yang membedakan antara guru dengan siswanya, sehingga jika guru memberikan perintah kepada siswa, mereka tahu bahwa yang memberikan perintah itu adalah gurunya. Bahkan dengan kekuatan ini pula, meskipun seorang siswa tidak mengenali kita, mereka dapat mengetahui bahwa kita adalah seorang guru dengan melihat seragam dan kartu identitas kita.

Ketiga: Kekuatan Referent
Kekuatan selanjutnya adalah referent atau menguatkan hubungan baik. Kekuatan ini, menurut penelitian yang dilakukan Sigit, bisa diberlakukan untuk kelas 7-12. Hubungan baik ini memang sangat perlu antara siswa dengan gurunya. Seorang guru harus pandai dalam mengambil simpatik dari peserta didiknya agar mereka merasa senang, dengan perasaan senang terhadap cara mengajar gurunya itu diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran tersebut.

Keempat: Kekuatan Expert
Kekuatan expert atau kekuatan ahli, ini merupakan kekuatan yang terbukti dari pengalaman. Seorang guru harus memiliki pengalaman-pengalaman yang telah terbukti untuk disampaikan kepada peserta didiknya sehingga mereka tidak ragu dalam mengikuti arahan gurunya. Misalnya saja, seorang guru menyampaikan cara mengingat rumus dalam pelajaran matematika, yakni dengan sering-sering menggunakan rumus tersebut dalam latihan soal yang menggunakan rumus tersebut. Guru tersebut haruslah menegaskan bahwa ia telah menggunakan cara tersebut untuk mengingat rumus-rumus dalam pelajaran matematika.

Kelima: Kekuatan Reward
Kekuatan yang terakhir adalah kemampuan reward atau memberikan hadiah.Kekuatan ini juga sangat diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan dari kerja keras siswa dalam belajar. Reward atau pemberian hadiah ini tidaklah serta merta berupa barang, tetapi dapat pula berupa bonus nilai tambahan atau yang lebih sederhana berupa pujian. Pujian juga tidak hanya diberikan kepada mereka yang berhasil menjawab suatu soal dengan tepat, yang belum tepat sekalipun semestinya juga diberikan pujian. Misalnya saja seorang siswa mengerjakan soal matematika di papan tulis, langkah-langkahnya sudah benar tetapi hasil akhirnya salah. Jika melihat hal seperti ini, guru matematikanya seharusnya memberikan pujian kepada siswa tersebut karena telah mampu mengerjakan dengan langkah-langkah yang benar meskipun hasil akhirnya salah. Hal ini perlu dilakukan agar siswa tersebut merasa senang dan diharapkan lebih termotivasi lagi untuk belajar.

Demikianlah artikel tentang "Lima Kekuatan Guru dalam Mengajar" ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, khususnya bagi para guru (pendidik).